Selasa, 10 Februari 2015

Mikrotik Tersambar Petir

Sedikit sharing tentang sambaran petir di Mikrotik. Beberapa waktu lalu terjadi keanehan di jaringan yang saya kelola, dimana jaringan internet maupun intranet di salah satu Gardu Induk (GI) down. Kejadian ini segera saya laporkan ke pihak ISP untuk mengecek link Fiber Optic (FO) dari kantor ke Gardu Induk tersebut. Karena belakangan ini sering sekali terjadi gangguan link Fiber Optic di kantor, saya pikir ini hanya masalah link FO yang down.

Keesokan harinya pihak ISP melakukan pengecekan link FO E1, dan ternyata hasilnya tidak ada masalah di link FO tersebut. Menurut info orang yang di GI, Router Mikrotik RB 1200 nya juga masih menyala. Namun setelah dilakukan pengecekan kondisi jaringan di GI tersebut masih down. Beberapa saat kemudian saya hubungi Supervisor GI tersebut, dan beliau menginformasikan bahwa pada hari sebelumnya ada hujan lebat disertai petir dan ruang kerja nya terkena sambaran petir.

Pada saat itu ada 2 orang di ruang kerja yang sedang menggunakan PC, tiba-tiba ada sambaran petir yang menuju ruang tersebut dan menghantam Switch. Kedua PC tersebut mati seketika. Alhamdulillah hanya PC nya saja yang mati, tidak termasuk orang nya :D. 

Arus dan tegangan tinggi surja petir yang menghantam Switch lari ke semua jalur yang ada pada switch dan juga masuk ke jaringan listrik gedung. Hal ini mengakibatkan hampir semua perangkat yang terhubung ke switch tersebut kena getah nya. Ada 3 PC, 1 Switch dan 1 Router Mikrotik RB 1200 yang kena hantam. Selain itu juga semua lampu di gedung itu jebol dan beberapa saklar lampu sampai terlempar keluar. Beruntung 1 PC masih selamat karena hanya port ethernet nya saja yang gosong. Sementara 2 PC lainnya wafat alias co.id :(.

Ternyata hal inilah yang menyebabkan koneksi jaringan down. Karena setelah saya cek ke TKP, Router Mikrotik nya masih nyala, tetapi port ethernet banyak yang ngaco. Dimana LED port 1 - 5 nyala semua walaupun tidak ada kabel yang terhubung. Dari 10 port ethernet pada Mikrotik, hanya 2 port yang sehat, selebihnya jebol semua. Beruntung perangkat Multiplexer di GI tersebut tidak ikut kena.



Untuk mengatasi hal ini, saya terpaksa mengganti Router Mikrotik RB 1200 dengan Mikrotik RB450G yang hanya punya 5 port ethernet. Tapi itu ga masalah, karena emang 5 port saja yang digunakan. Alhamdulillah setelah penggantian dan sedikit seting, jaringan di GI tersebut bisa up lagi :).


Saya coba bongkar Mikrotik RB 1200 yang tersambar petir itu untuk memeriksa kerusakan nya, siapa tau masih bisa diperbaiki. Ternyata efek dari sambaran petir di Mikrotik ini tidak hanya membuat port ethernet nya jebol. Tetapi juga membuat sistem mikrotik nya error. 

Setelah saya coba bongkar dan nyalakan, ternyata mikrotik nya boot looping (boot dan restart terus). Kemungkinan ada komponen elektronik di Routerboard nya yang rusak. Karena walaupun port ether nya punya fitur Over Voltage Protection, tetap saja tidak mampu menahan besarnya tegangan surja petir. Hal ini terlihat dari gosong nya salah satu port ether di Routerboard nya seperti gambar berikut.


Ya sudah lah, di hard reset pun sudah tidak mempan. Mikrotik nya sudah tidak bisa diperbaiki dan digunakan lagi. Beginilah nasib Mikrotik yang kesamber petir, ujung-ujung nya minta diganti yang baru :D.

Oke, cukup sekian curhatan saya tentang Mikrotik yang tersambar petir. Semoga pengalaman ini tidak terjadi pada anda semua. Kalaupun kejadian ya ga masalah, ambil sisi positifnya saja jadi bisa ganti Mikrotik baru :D. 

Rabu, 10 Desember 2014

Download Materi & Video MUM Indonesia - Yogyakarta 5-6 Desember 2014

Mikrotik User Meeting (MUM) Indonesia 2014 telah diselenggarakan pada 5-6 Desember 2014 lalu di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Acara MUM Jogja kali ini adalah MUM terbesar di dunia dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan MUM. Lebih dari 1900an peserta yang hadir di Ballroom Royal Ammbarrukmo, Yogyakarta. Mulai dari praktisi dan expert Mikrotik, praktisi IT, para siswa dan mahasiswa, sampai orang biasa yang baru mengenal Mikrotik turut hadir di acara MUM yogyakarta ini.


Acara diawali dengan pembukaan dan pengenalan produk terbaru Mikrotik oleh Normunds Rustanovics dari Mikrotik Latvia. Dilanjutkan dengan Workshop dan Presentasi oleh para expert Mikrotik dari berbagai perusahaan dan institusi di Indonesia. Materi yanng dibawakan para pembicara sangat beragam dan informatif yang dapat menambah pengetahuan para peserta MUM tentang Mikrotik dan penerapanya di perusahaan dan institusi terkait.

Di luar stage, terdapaat beberapa booth tentang Mikrotik yang tentu saja menampilkan beberapa produk Mikrotik terbaru dan ada juga yang memberikan souvenir menarik kepada pengunjung. Terdapat booth fotografi dimana para peserta dapat mengabadikan momen MUM ini dengan jepretan kamera. Yang tentu saja dicari banyak orang adalah free beverages alias snack gratis yang dapat ditemukan juga diluar stage.

Pada kesempatan kali ini, saya dan adik-adik angkatan saya mendapat kesempatan untuk beroto bersama bule-bule Mikrotik Latvia :D


Sungguh kesempatan yang luar biasa dapat menghadiri acara tahunan Mikrotik User Meeting (MUM) Indonesia di Yogyakarta ini. Bagi anda yang belum dapat hadir di MUM kali ini, anda tetap dapat melihat jalannya acara dan materi yang diberikan oleh para expert melalui Video dan file presentasi mereka di bawah ini :  


Download Materi MUM Indonesia 2014 disini

Download Video MUM Indonesia 2014 Day 1 (Download pakai IDM)


Download Video MUM Indonesia 2014 Day 2 (Download pakai IDM)

Kamis, 20 November 2014

Ikuti Mikrotik User Meeting Yogyakarta - Des 2014

Mikrotik User Meeting (MUM) akan kembali diselenggarakan di Indonesia. Setelah tahun lalu diselenggarakan di Yogyakarta, tahun 2014 ini juga akan diselenggarakan di tempat yang sama. Ada yang belum tau apa itu Mikrotik User Meeting (MUM)?

Apa itu Mikrotik User Meeting (MUM)?

Mikrotik User Meeting (MUM) adalah Sebuah konferensi dan pertemuan antar penggiat Mikrotik yang membahas tentang Software Mikrotik RouterOS dan, Hardware Mikrotik RouterBoard. Pada konferensi Mikrotik ini terdapat beberapa expert Mikrotik yang berbagi informasi melalui presentasi tentang Mikrotik. Anda dapat mengajukan pertanyaan tentang topik tersebut. Ada juga Demo penggunaan teknologi terbaru Mikrotik, pengenalan produk baru, semua ada disini.
Selengkapnya tentang MUM bisa anda baca disini :
Apa itu Mikrotik User Meeting (MUM)?

MUM Indonesia tahun ini diselenggarakan di tempat yang sama, yakni di :
Royal Ambarrukmo, Jl. Adi Sucipto No. 81, Yogyakarta 55281

Acara ini akan dilaksanakan pada :
5 - 6 Desember 2014

Anda tertarik mengikuti event ini? Silakan daftar disini GRATIS.
mum.mikrotik.com/2014/ID/info

Untuk cara pendaftaran nya bisa anda lihat disini :
Cara Mendaftar Mikrotik User Meeting Indonesia GRATIS

Setelah proses pendaftaran selesai, anda akan diberi tiket dalam bentuk .pdf seperti ini :

Silakan cetak dan potong tiket nya, lalu bawa pada saat hari pelaksanaan.

Oke, sampai jumpa di MUM Indonesia Yogyakarta 5 - 6 Desember 2014.

Senin, 17 November 2014

Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude

Memantau dan memonitor jaringan mikrotik dan perangkat lainnya yang saling terhubung dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama The Dude. The Dude adalah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor jaringan komputer dengan simple dan mudah. 

The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down. 

Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik. 

The Dude dapat mengidentifikasi secara otomatis jenis dari perangkat yang ada di jaringan dengan menscan service yang digunakan oleh perangkat tertentu. Misalnya, the dude menscan perangkaat dengan open port 80, ia akan mengidentifikasikan perangkat itu sebagai Web Server.

Oke, sudah cukup penjelasannya. Sekarang kita coba Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut


2. Install aplikasi The Dude.

3. Buka aplikasinya, akan muncul tampilan The Dude seperti gambar berikut :


Berikut adalah contoh peta jaringan dan data di the dude :

Map.png

4. Untuk mulai menggunakannya ada dua cara :
- Memasukkan data perangkat secara manual
- Menscan semua perangkat di jaringan tertentu, data & peta jaringan perangkat akan muncul secara otomatis (opsi ini yang akan kita gunakan)

5. Klik menu Discover --> Masukkan alamat subnet jaringan yang ingin di scan. misalnya 10.10.10.0/24 --> klik Discover.

6. Semua perangkat yang dalam kondisi menyala pada subnet tersebut akan ditemukaan oleh The Dude dan secara otomatis akan terbentuk peta jaringan dari semua perangkat yang ditemukan tersebut, seperti gambar berikut ini. (Maaf sedikit sensor :D)


7. Dari gambar tersebut dapat diketahui kondisi masing-masing perangkat, dapat juga diketahui transfer rate antar perangkat (router).

8. Untuk melihat data secara detil perangkat hasil scanning, klik dua kali di icon perangkat. Kita dapat merubah data perangkat, seperti merubah nama, IP address, username & password, dll.



9. Status peralatan apakah jaringan nya up, down, atau ada service yang timed out dapat dilihat seperti gambar berikut :

Keterangan Warna :
- Warna hijau = Jaringan dan peralatan ok (up)
- Warna merah = Ada gangguan jaringan atau peralatan (down)
- Warna orange = Ada service yang timed out, atau dalam interval tertentu terjadi sesekali timed out.

10. Selain itu pada tiap peralatan juga terdapat tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa status nya, seperti gambar berikut ini :

 
11. Selain dapat menscan perangkat secara otomatis, kita juga dapat menambahkan perangkat ke peta jaringan secara manual. Klik tombol + Device.


12. Masukkan IP Address perangkat, Masukkan Username & Password (jika ada) --> Next


13. Klik Discovery. The Dude akan menscan service yang berjalan pada device tersebut secara otomatis --> Finish


14. Kita juga bisa menghubungkan perangkat baru ini dengan menambahkan link. Klik tombol + Link.


15. Drag icon antar perangkat yang mau dihubungkan. Pilih Mastering type : Simple. Hasilnya akan seperti ini :


16. Untuk dapat menampilkan traffic (Tx Rx) antar kedua perangkat, pada link Anda bisa memilih Mastering Type : snmp atau routeros. Namun tidak semua perangkat mendukung fitur ini. Jika kedua perangkat adalah router Mikrotik, maka username dan password pada data perangkat harus diisi dan pilih mode routeros pada data dan link nya.

Oke, untuk sementara cukup sampai disini dulu tutorial Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Silakan anda coba-coba dan kembangkan sendiri sesuai kebutuhan jaringan nya.

Kamis, 13 November 2014

Tutorial Cara Hack Admin Mikrotik

Anda mencari Tutorial Cara Hack Admin Mikrotik? Jika iya, mungkin anda mencari cara hack Mikrotik karena anda Lupa Password Mikrotik. Atau mungkin karena ingin bisa masuk admin Mikrotik orang lain? Saya sarankan untuk hal nomor dua ini jangan anda lakukan :D. 

Oke, Jika anda Lupa Password Mikrotik, Anda masih bisa mencari password nya dengan menggunakan Cara ini Lupa Username & Password Mikrotik? Ini Solusinya. Namun jika cara itu tidak berhasil, ada dua solusi terakhir : 
1. Reset Mikrotik (Semua konfigurasi dan setingan akan hilang dan kembali ke setingan awal)

Untuk opsi pertama silakan anda reset Mikrotik nya sesuai dengan tipe masing-masing yang pasti berbeda-beda caranya.

Untuk opsi kedua, ini yang akan kita bahas kali ini. Disini kita akan hack mikrotik dengan cara lama yakni menggunakan metode word list dengan tool brutus. Tool brutus ini mungkin sudah ga asing lagi bagi anda yang berkecipung di dunia internet. Dengan tool ini kita akan mengira-ngira username dan password apa yang mungkin digunakan, kemudian tool ini akan mencoba untuk login secara otomatis sebanyak perkiraaan username dan password itu. Jadi kita tidak perlu login manual berkali-kali.

Langkah-langkah Tutorial Cara Hack Admin Mikrotik adalah sebagai berikut :

1. Download tool brutus disini.

2. Extract file download nya

3. Di dalam folder hasil extract terdapat beberapa file .txt. Buka users.txt dan words.txt.

4. Masukkan kemungkinan / perkiraan username pada users.txt --> Save



5. Masukkan kemungkinan / perkiraan password pada words.txt --> Save



6. Buka tool brutus :
- Target : isikan IP address target yang mau di hack

- Type : pilih type autentikasi yang mau digunakan. Dalam hal ini gunakan Telnet.

- Authentication Options : User File (Cari file users.txt) Pass File (Cari file words.txt)

7. Klik Start untuk memulai serangan hack.
8. Tunggu beberapa saat. Lama tidaknya proses serangan tergantung dari banyaknya kombinasi user dan pass yang digunakan.

9. Jika serangana hack sukses, maka hasil username dan password dari mikrotik akan muncul di kolom Positive Authentication Results.

 
10. Coba masuk ke mikrotik dengan user dan pass hasil hack tadi.


11. Pada log dan terminal akan muncul banyak notifikasi gagal login yang disebabkan oleh serangan brutus.

12. Kita bisa hilangkan log itu dengan trik ini : Cara Menghilangkan Log Mikrotik

Oke, selesai sudah. Trik hack mikrotik ini bisa berjalan sukses jika digunakan untuk mencari username dan password kita yang lupa, karena kita akan tau perkiraan kombinasi username dan password yang digunakan, sehingga kesempatan untuk berhasil akan lebih besar dibandingkan jika kita mau meng-hack mikrotik orang lain.

Semoga Tutorial Cara Hack Mikrotik menggunakan brutus ini bermanfaat :) 

Senin, 10 November 2014

Cara Menghilangkan Log Mikrotik

Bagaimana cara menghilangkan / menghapus Log di Mikrotik? Pertanyaan ini mungkin muncul ketika anda membuka Log dan ingin menghapusnya tetapi tidak ada menu atau command untuk menghapus Log Mikrotik tersebut.

Memang pada mikrotik tidak terdapat menu atau command untuk menghapus Log Mikrotik. Namun, kita masih bisa mengakalinya dengan meminimalisir tampilan log yang muncul di Mikrotik.

1. Login ke Mikrotik

2. Di terminal masukkan command berikut :
/system logging action set memory memory-lines=1


3. Daftar log Mikrotik akan menghilang dan hanya menyisakan 1 baris saja.

4. Untuk mengembalikannya ke semula bisa menggunakan command ini :
/system logging action set memory memory-lines=100
Oke, demikianlah Cara Menghilangkan Log Mikrotik. Silakan dicoba dan semoga bermanfaat :)

Jumat, 24 Oktober 2014

Tutorial Shared Bandwidth Management Mikrotik Menggunakan Simple Queue

Shared Bandwidth Management Mikrotik digunakan untuk mengalokasikan bandwidth tiap client dengan rate yang bervariasi tergantung aktif tidaknya client lain dalam jaringan. Dengan menggunakan metode ini maka jika salah satu client tidak aktif (offline) maka alokasi bandwidth nya akan diberikan ke client lain.

Melanjutkan skenario sebelumnya tentang Simple Bandwidth Management Mikrotik, kita misalkan ada 2 client yaitu client 1 dan client 2 masing-masing akan mendapatkan alokasi bandwidth 256kbps/256kbps. Sehingga total bandwitdh mikrotik untuk 2 client tersebut adalah 512kbps/512kbps. Jika client 1 tidak menggunakan alokasi bandiwidthnya, maka jatah bandwidthnya akan diberikan kepada client yang lain, sehingga client 2 akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimum.

Konfigurasi yang pertama kali dilakukan adalah konfigurasi untuk membatasi penggunaan bandwidth untuk kedua client sekaligus. 


Konfigurasi ini juga berfungsi sebagai pembatasan bandiwidth parent. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :
queue simple add name=limit-all target=10.10.10.0/24 max-limit=512000/512000

Selanjutnya dibuat konfigurasi untuk membatasi pemakaian bandwidth setiap client dengan menggunakan konfigurasi sebelumnya sebagai parent. Perintah yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

queue simple add name=limit-1 target=10.10.10.1 max-limit=512000/512000 limit-at=256000/256000 parent=limit-all

queue simple add name=limit-2 target=10.10.10.2 max-limit=512000/512000 limit-at=256000/256000 parent=limit-all

Sekarang kita coba cek dengan memonitor alokasi bandwidth kedua client menggunakan tool torch mikrotik.

1. Ketika kedua client aktif menggunakan seluruh alokasi bandwidth (512kb)


2. Ketika salah satu client tidak aktif (offline), bandwidth akan diberikan ke client lain.


Demikianlah Tutorial Mikrotik Indonesia tentang Shared Bandwidth Management Mikrotik Menggunakan Simple Queue. Silakan anda coba dan sesuaikan sendiri dengan kondisi jaringan yang digunakan.